Kokas minyak yang dipenuhi dengan bahan karbon bernilai tambah tinggi, yang banyak digunakan dalam elektroda negatif baterai lithium, metalurgi, industri kimia, dan bidang lainnya. Teknologi produksi intinya adalah untuk mengubah Coke Petroleum menjadi bahan dengan kristalinitas tinggi dan konduktivitas melalui proses grafitisasi suhu tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan perkembangan yang cepat dari industri energi baru, permintaan pasar untuk minyak bumi yang dipenuhi kokas terus tumbuh, dan metode sintesisnya juga telah menjadi fokus perhatian industri.
Bahan baku utama dari Coke Petroleum Graphitized adalah Coke Petroleum, yang biasanya berasal dari unit kokir yang tertunda dalam proses pemurnian minyak. Setelah pretreatment seperti menghancurkan dan menyaring, minyak bumi memasuki tungku grafitisasi untuk perawatan suhu tinggi. Saat ini, proses grafitisasi utama termasuk metode tungku grafitisasi Acheson dan metode tungku grafitisasi seri panas internal. Metode tungku grafitisasi Acheson memanaskan Coke Petroleum hingga di atas 2500 derajat dengan pemanasan resistensi, mengatur ulang strukturnya dan membentuk kristal grafit. Metode tungku grafitisasi seri panas internal mengadopsi metode pemanasan yang lebih efisien, yang secara langsung melewati material melalui arus untuk mencapai kenaikan suhu yang cepat, secara signifikan mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan kualitas produk.
Kontrol suhu adalah faktor kunci dalam proses grafitisasi. Biasanya perlu dilakukan di bawah atmosfer lembam (seperti nitrogen atau argon) untuk menghindari oksidasi material. Selain itu, menambahkan jumlah katalis yang sesuai (seperti logam seperti besi dan nikel) dapat mempromosikan proses grafitisasi dan mempersingkat siklus produksi. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa perusahaan telah mulai mengeksplorasi teknologi grafitisasi yang dibantu gelombang mikro, menggunakan karakteristik pemanasan yang cepat dari gelombang mikro untuk lebih mengoptimalkan efisiensi energi dan kualitas produk.
Kokas minyak bumi yang grafitisasi menempati posisi penting di bidang bahan elektroda negatif baterai lithium karena kemurniannya yang tinggi, kandungan sulfur rendah dan konduktivitas yang sangat baik. Dengan perluasan industri energi baru, permintaan pasarnya diperkirakan akan terus tumbuh. Di masa depan, dengan inovasi teknologi proses yang berkelanjutan, biaya produksi minyak bumi yang dipenuhi kokas diharapkan akan dikurangi lebih lanjut, dan ruang lingkup aplikasi akan lebih luas.




